Bahan Pembuat Plastik

Bahan Pembuat Plastik

Bahan Pembuat Plastik

Hampir semua barang dalam kehidupan sehari-hari terbuat dari plastik. Namun, tahukah kamu apa saja bahan pembuat plastik ini? Yuk, simak penjelasannya berikut.

Bahan Pembuat Plastik

Komponen utama plastik adalah zat organik yang terkondensasi atau polimer. Di antara beberapa polimer ada polimer alam, termasuk plastik. Plastik dapat dicetak menjadi serat sintetis atau film.

Plastik sendiri dikembangkan dengan variasi sifat yang menarik dan beragam yang dapat menahan panas, kekerasan atau lainnya. Kemampuan beradaptasi dan komposisinya yang baik serta bobotnya yang sangat rendah membuat plastik dapat digunakan di semua sektor industri.

Karena penggunaannya yang semakin banyak, kamu mungkin akan membutuhkan mesin pencacah plastik untuk mendaur ulang dan mengurangi sampah plastik ini.

Bahan Baku Plastik

Plastik adalah unsur yang terdiri dari karbon, hidrogen, klorin, oksigen, belerang dan nitrogen. Saat pertama kali dibuat, plastik terbuat dari bahan alami seperti tanduk binatang, shellac (sekresi serangga kecil) dan getah perca.

Plastik sintetik pertama kali ditemukan oleh Wesley Hyatt pada tahun 1869 M, dengan memakai selulosa atau bahan alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dalam proses membuatnya. Wesley menjelaskan bahwa penambahan kapur barus dapat membuat selulosa nitrat menjadi plastik.

Berikut ini adalah bahan pembuat plastik yang perlu kamu ketahui. 

1. Minyak Bumi

Minyak mentah yang baru diangkat ke kilang melalui proses pemurnian bersama dengan gas alam. Etana dan propana merupakan produk yang timbul dalam proses pemurnian, kemudian etana dan propana dipecah dalam tungku panas, lalu diproduksi etilena dan propilena dalam proses ini.

Dalam reaktor, etilen dan propilena digabungkan dengan katalis untuk membentuk zat tepung. Zat tersebut merupakan polimer plastik. Selanjutnya dilakukan proses ekstrusi dimana plastik berbentuk cair.

Plastik dalam bentuk cair dibiarkan dingin dan kemudian pelletizer di mana polimer dibentuk menjadi pelet kecil. Pelet plastik ini kemudian menjadi bahan dasar pembuatan sisir, botol plastik, gigi palsu, dan lain-lain.

Plastik dari bahan ini bisa dijadikan sebagai ide kerajinan unik dari limbah plastik untuk mengurangi tumpukan sampah.

2. Karbondioksida

Pada bulan Desember 2009, Novomer mengumumkan bahwa mereka telah mulai mengkomersialkan polipropilen karbonat (PPC), yang menggabungkan karbon dioksida dan minyak bumi.

Dengan menggunakan tambahan karbon dioksida, sumber minyak yang digunakan untuk memproduksi plastik bisa berkurang setengahnya. Hal ini sangat baik untuk melestarikan sumber daya alam yang ada.

3. Tongkol Jagung

Tongkol Jagung

Gula karbohidrat dalam jagung dapat digunakan sebagai bahan pembuat plastik polimer polilatida. Penemuan plastik berbahan jagung dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi yang tidak terbarukan.

Plastik yang terbuat dari jagung meleleh ketika dipanaskan hingga lebih dari 114 ° C, itulah sebabnya plastik yang terbuat dari minyak bumi masih digunakan sampai sekarang.

Plastik juga bisa dibuat dari bahan buah jeruk. Para ilmuwan masih mencari senyawa yang mampu menggantikan minyak bumi sebagai bahan pembuat plastik. Semoga ke depan bahan baku pembuatan plastik terbarukan sebagai pengganti minyak bumi yang tidak terbarukan akan ditemukan.

Proses Pembuatan Plastik

Proses membuat plastik ini tergantung dengan jenis plastik yang akan dibuat. Ada empat tahapan produksi yang paling umum dilakukan dalam pembuatan plastik, yaitu Injection Molding, Ekstrusi, Thermoforming, dan Blow Molding.

1. Injection Molding

Pada tahap yang satu ini plastik masih dalam bentuk pelet, yang kemudian dimasukkan ke dalam tabung panas. Plastik yang dimasukkan nantinya akan meleleh dan lelehannya dituangkan ke dalam cetakan tertentu.

2. Ekstrusi

Di tahapan ekstrusi ini, pelet plastik atau pelet yang sudah dilelehkan ditekan secara terus menerus hingga lelehan akhirnya melebur dan teksturnya terasa lebih halus.

3. Thermoforming

Pada fase Thermoforming, pelet plastik yang dilelehkan telah berbentuk lempengan yang selanjutnya dipanaskan kembali. Jika sudah meleleh, lelehan dituangkan ke dalam cetakan lain yang telah disiapkan.

4. Blow Moding

Blow moding merupakan proses terakhir dalam proses pembuatan plastik. Ada empat proses yang harus dilakukan dalam tahap ini. Pertama, pelet plastik tadi dimasukkan ke dalam tabung panas dan juga dilebur di atas secrum secara terus menerus. Kemudian plastik tersebut dicetak menjadi parison atau pipa.

Tahap ketiga, yakni plastik yang masih dalam kondisi panas ditempatkan dalam cetakan. Kemudian plastik yang masih panas dibentuk menjadi produk sesuai dengan yang diinginkan.

Sebagai pengguna, kita harus lebih cerdas dalam menangani plastik. Jangan sampai plastik yang kita gunakan merusak diri kita sendiri.

Jika kamu ingin mencacah sampah plastik, jangan bingun karena sekarang sudah ada mesin penghancur plastik dari rumah mesin. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan untuk kita.