Analisa Peluang Bisnis Buah Kering Kemasan- Modal Dikit,Untung Gede!

Pernahkah kalian membuat buah kering kemasan dan menjualnya? Pengembangan agribisnis dan agroindustri sangat mungkin untuk dikembangkan di Indonesia, mengingat ketersediaan sumber daya alam dan manusia yang melimpah.

Komoditas agribisnis yang paling tepat untuk menghadapinya saat ini adalah komoditas hortikultura. Komoditas ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Jenis usaha yang berpotensi untuk dikembangkan adalah usaha yang bergerak di bidang pengolahan makanan. Produk pangan yang dihasilkan dapat menambah keragaman produk dan memberikan nilai tambah bagi bahan pangan tersebut.

Di Indonesia, sangat mudah untuk menemukan buah dan sayuran setiap hari yang sebenarnya memberikan peluang besar untuk menggunakannya sebagai peluang bisnis.

Namun potensi besar ini jika tidak dibarengi dengan pemanfaatan teknologi pengolahan yang tepat akan sia-sia. Kenyataan ini menjadi lebih buruk ketika musim buah tiba. Harga buah menjadi sangat murah bahkan banyak yang terbuang percuma.

Pengolahan buah dan sayur menjadi manisan kering bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk buah tanpa harus menggunakan bahan pengawet, karena bahan pengawet yang digunakan adalah bahan pengawet alami berupa gula.

Peluang usaha buah kering kemasan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, dan membidik pasar produk buah-buahan. Selain itu, tidak kalah pentingnya produk tersebut juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan ringan yang kaya serat dan sehat.

Oleh karena itu, mengolah buah-buahan menjadi manisan kering atau buah kering kemasan merupakan salah satu solusi brilian yang bisa mendatangkan keuntungan melimpah. Setelah diolah menjadi manisan buah kering, nilai jual buah akan lebih tinggi.

Baca Juga : Cara Membuat Manisan Nanas Kering Dijamin Endulita

Analisis Peluang Usaha Buah Kering Kemasan dan Cara Membuatnya

Peluang Bisnis Buah Kering Kemasan

Manisan merupakan salah satu bentuk makanan olahan yang digemari banyak orang. Rasa manis bercampur dengan rasa buah yang khas sangat cocok dinikmati di berbagai kesempatan. Meskipun jenis manisan buah yang umum dipasarkan memiliki berbagai bentuk dan rasa, sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu:

1. Kelompok pertama adalah manisan basah dengan larutan gula encer (buah dilarutkan dalam jambu, mangga, salak dan gula kedondong).

2. Kelompok kedua adalah manisan larutan gula kental yang menempel pada buah. Permen jenis ini adalah pala, lobi dan ceremai.

3. Kelompok ketiga adalah manisan kering dengan gula utuh (karena gula tidak larut dan menempel pada buah). Buah yang sering digunakan adalah mangga, kedondong, sirsak dan pala.

4. Kelompok keempat adalah kelompok keempat adalah manisan kering asin karena unsur dominan dalam bahan adalah garam. Jenis buah yang dibuat adalah jambu biji, buah, mangga, belimbing dan pala.

Manisan buah kering adalah produk olahan yang berasal dari buah-buahan yang dimasak menggunakan gula kemudian dikeringkan. Produk ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya bentuknya lebih menarik, volumenya lebih tahan lama dan bobotnya menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah untuk diangkut.

Buah yang biasa digunakan untuk membuat manisan kering adalah jenis buah yang lunak seperti pepaya, sirsak, tomat, dan lain-lain. Pada umumnya pembuatan manisan terdiri dari pemotongan/penusukan buah, perendaman, pencucian, perebusan, pemasakan dengan gula dan penjemuran.

Berikut ini adalah proses pengolahan manisan buah kering kemasan pada tomat:

buah kering kemasan enak
Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan :
  • Tomat / Pepaya 1 kg
  • Gula 3 ons
  • Kapur
Alat yang digunakan :
  • Wajan
  • Kompor
  • Panci
  • garpu.
  • Tampah (untuk penjemuran)
Langkah-langkah Cara membuat buah kering kemasan :
  1. Tomat (bisa diganti dengan pepaya kupas/cincang) dicuci bersih lalu ditusuk dengan garpu
  2. Direndam dalam air jeruk nipis selama 1 malam
  3. Tiriskan dan cuci bersih
  4. Rebus dalam air mendidih selama 10 menit
  5. Tiriskan dan dinginkan
  6. Masukkan ke dalam panci, tambahkan gula dan air gelas
  7. Dimasak sampai hampir kering
  8. Ditiriskan, dikeringkan
  9. Kemas dengan menarik

Tips memulai bisnis manisan buah kering kemasan

  1. Pilih bahan baku yang masih segar. Pada manisan buah kering, pilih buah yang berukuran sedang hingga besar agar mudah dibentuk.
  2. Kemasan sebaiknya menggunakan kaleng karena tahan hingga 1 tahun.
  3. Untuk menghemat gula, gunakan gula dari hasil penirisan manisan pala kering.

Dalam Bisnis ini juga ada kendala yang harus Anda hadapi

  1. Dalam proses pengemasan harus diperhatikan agar masa manisan lebih lama dan tahan lama.
  2. Untuk manisan pala kering, penjemuran menggunakan sinar matahari lebih lama, kurang lebih 3-5 hari. Selain itu, sinar matahari tidak terlalu kering dan kebersihannya tidak terjaga, sehingga pengeringan lebih cepat dan efisien menggunakan oven dengan suhu 60-65 °C.

Ada juga strategi bisnis yang bisa Anda terapkan untuk memulai bisnis ini

  1. Memanfaatkan promosi di berbagai media, internet, media cetak, dan media elektronik.
  2. Menjaga kualitas produk yang baik.
  3. Tetapkan harga yang tidak terlalu mahal, namun terjangkau oleh masyarakat.
  4. Beri sentuhan warna lain, selain merah, hijau, dan kuning.

Simak analisa bisnis manisan buah kering kemasan berikut

1. Modal awal

  • Baskom plastik Rp25.000
  • Dandang/pengukus Rp75.000
  • Pisau stainless Rp75.000
  • Nyiru/rigen Rp20.000
  • Talenan Rp5.000

Jumlah Rp200.000

Peralatan dapat mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp2.000 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus.

Biaya penyusutan per tahun (Rp200.000-Rp2.000)/4 = Rp49.500 per tahun atau sama dengan (Rp49.500/12) = Rp4.125 per bulan.

2. Bahan baku per hari

  • 10 kg buah pala matang @Rp45.000 Rp450.000
  • 9 liter larutan garam Rp2.000
  • 10 liter larutan kapur Rp6.000
  • 11 liter larutan gula 30% @Rp12.000 Rp36.000
  • 50 gr asam sitrat Rp2.500
  • 2 sdt vanili Rp3.500
  • 7 gr natrium benzoat Rp3.500
  • Penyusunan alat Rp150

Jumlah Rp503.650

3. Bahan pendukung per hari

  • Bahan bakar elpiji 3 kg @Rp17.000 Rp3.000
  • Biaya labeling @Rp75×40 Rp3.000
  • Plastik @Rp120×40 Rp4.800
  • Transportasi Rp25.000
  • Tenaga kerja Rp29.200
  • Telepon Rp5.000

Jumlah Rp70.000

4. Total pengeluaran biaya untuk produksi per hari

Rp503.650 + Rp70.000 = Rp573.650

5. Hasil penjualan per bulan

40 kemasan @230 gr × Rp17.000 × 30 hari = Rp20.400.000

6. Keuntungan bisnis per bulan

Rp20.000.000-(Rp573.650×30) = Rp3.190.000

Perkiraan modal kembali kurang dari 1 bulan

Demikian lah rincian peluang bisnis buah kering kemasan. Semoga bermanfaat untuk kita semua yaa.. See you ^^

Baca Juga : Perhitungan Biaya Investasi Bisnis Mesin Cetak Banner