Campuran Cocopeat Untuk Media Tanam

logo switch-foot.com

Campuran Cocopeat Untuk Media Tanam. Tanah ini dibutuhkan sebagai campuran untuk memadatkan media tanam agar perakaran tanaman bisa lebih kuat saat berkembang.

Keunggulan dari cocopeat antara lain lebih ramah lingkungan, sebab terbuat dari bahan organik serta dapat terdegradasi dalam tanah dengan baik, jika sudah tak digunakan. Selain itu cocopeat dengan proses tertentu bisa didaur ulang kembali menjadi media tanam baru. Bahkan beberapa jenis hama seperti yang berasal dari tanah tak suka berada dalam cocopeat.

Jika digunakan sebagai pupuk, lanjutnya, cocopeat bisa dipadu jenis kotoran ternak seperti sapi, ayam dan kambing. Dengan perbandingan pas diharapkan mampu memberi nutrisi pada tanaman. Selain lebih ramah lingkungan, semua jenis tanaman terlebih aneka tanaman hias termasuk bonsai bisa tumbuh dengan baik serta minim atau malah bebas hama/penyakit.
Cocopeat pun dapat dijadikan sebagai campuran media tanam. Bahkan untuk hidroponik (bercocoktanam tanpa tanah), penggunaan cocopeat diyakini bisa memiliki daya serap air yang cukup tinggi dan dapat menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ditampung dalam tanah. Cocopeat dapat menyimpan dan mempertahankan air 10 kali lebih baik dari tanah dan hal ini sangat baik tentunya bagi tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik. Karena dapat menjaga air dengan baik, akar tanaman tidak mudah kering dan dapat terhidrasi dengan baik.

Usahakan agar tanah yang sudah disiapkan tidak terlalu padat saat kering dan mengandung sedikit kerikil.

Namun akan jauh lebih baik jika bisa menggunakan tanah yang diambil disekitar pohon bambu, karena tanah tersebut memiliki kandungan fosfor yang baik untuk tanaman dan kesuburan media tanam.

Campuran Cocopeat Untuk Media Tanam

Campuran Cocopeat Untuk Media Tanam

Pupuk kandang atau Kompos

Bahan lain yang dibutuhkan adalah pupuk kandang atau kompos.

Pupuk kandang atau kompos bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.

Melalui penggunaan pupuk kandang atau kompos, tanaman dan sayuran tersebut dapat terbebas dari pupuk kimia atau bisa dikatakan tanaman organik.

Lalu bagaimana atau komposisinya saat mencampurkan media tanam ini?

Langkah pertama, siapkan ketiga bahan untuk media tanam yang dibutuhkan. Kemudian persiapkan beberapa alat yaitu ember kecil, sekop dan tempat yang akan digunakan untuk menampung media tanam.

Penggunaan Cocopeat di Dunia Hidroponik

Cocopeat bertindak sebagai penahan air yang baik. Bahan ini mampu kembali basah dengan cepat jika ditambah air meski sudah mengalami kekeringan. Cocopeat mampu menahan udara (oksigen) kurang lebih 1000 kali lipat dari media tanah. Kemampuan cocopeat ini sangat baik untuk metode hidroponik yang menggunakan air sebagai media tanam utamanya.

Sifat hidrofilik cocopeat (menyukai air), membuat bahan ini memiliki daya serap 8-9 kali lipat dari beratnya dan mampu menahan air sekitar 73% dari air yang diberikan. Lebih baik dari kemampuan media sphagnum yang hanya mampu menampung 41% air. Cocopeat juga mampu mengikat dan menyimpan oksigen di udara hingga 50%, lebih baik dari tanah yang hanya 2-3%. Namun hindari pemberian air yang berlebihan karena jika cocopeat terlalu lembab dapat menyebabkan busuk akar.

Campuran cocopeat dengan pasir atau sekam sangat dianjurkan (karena daya ikat keduanya (sekam dan pasir) tidak terlalu tinggi). Penyiraman juga harus dilakukan secara bertahap tetapi terus menerus dengan cara irigasi tetes atau misting (hidroponik dengan metode tetes dan metode aeroponik). Dalam proses pemupukan, penggunaan pupuk slow release seperti decastar sangat dianjurkan jika ingin menggunakan cocopeat sebagai media budidaya.

Cocopeat curah dijual seharga Rp. 900, – sampai Rp. 1.200, – per kilogram di pasaran. Sedangkan untuk block cocopeat berkisar antara Rp. 2000 s / d 3000, – per kilogram (berat balok kurang lebih 5 kg dengan ukuran 30 cm x 30 cm x (15-20) cm). Harga bisa bervariasi sesuai pasar. Sebagai informasi tambahan, 1 kg cocopeat dalam blok setara dengan 1,5 kg cocopeat curah (butiran). Itu semua tergantung pada bentuk mana yang akan Anda gunakan. Selamat bertani.

Manfaat Menggunakan Cocopeat

Cocopeat biasa digunakan di bidang pertanian dan hortikultura serta penyerap di industri. Dalam bidang pertanian dan hortikultura, cocopeat digunakan sebagai media tanam untuk budidaya termasuk media tanam hidroponik sebagai pengganti media tanah. Sayangnya kandungan unsur hara pada cocopeat rendah, sehingga perlu dilakukan penambahan komponen lain sebagai media tanam pengganti tanah. Penambahan kompos atau pupuk organik lainnya dan sekam akan menjadi alternatif campuran media tanam yang baik. Cocopeat alami memiliki tingkat pH pada kisaran 5,8-6 yang berarti agak asam. Namun, untuk beberapa tanaman populer, kisaran pH ini adalah kisaran pH optimal untuk tumbuh dengan baik (persyaratan pH tanaman umumnya 5,5-6,5).

Secara alami cocopeat masih mengandung cendawan yaitu Trichoderma sp yang bersimbiosis dengan cocopeat melawan cendawan patogen Pythium sp. Dalam cocopeat steril, Trichoderma sp sudah tidak ada. Salah satu cara mensterilkan cocopeat dari Trichoderma sp adalah menggunakan hidrogen peroksida. Beberapa cocopeat tidak terurai sempurna (dari sabut kelapa) sehingga masih bisa menggunakan nitrogen yang ada di udara. Kondisi ini memicu persaingan antara cocopeat dan tanaman yang menungganginya, jika kandungan nitrogennya tidak mencukupi.

Ada juga cocopeat berkualitas buruk yang masih mengandung sisa garam atau tanin, sehingga perlu dibersihkan berkali-kali untuk menghilangkan garam dan taninnya. Cocopeat tidak cocok digunakan sebagai bahan bakar karena menghasilkan banyak asap dan sedikit menghasilkan panas. Kandungan klor (Cl) dalam cocopeat masih tinggi sehingga bila bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam klorida (HCl) yang bersifat asam. Pencucian cocopeat sepenuhnya akan menghilangkan kandungan klorin.