Kegunaan Serat Sabut Kelapa

logo switch-foot.com

Kegunaan Serat Sabut Kelapa :

Kegunaan Serat Sabut Kelapa

1. Sebagai pupuk organik

Manfaat sabut kelapa untuk tanaman adalah dapat digunakan sebagai pupuk organik. Lebih spesifiknya sebagai sumber kalium organik.

Ini karena sabut kelapa mengandung potasium yang cukup banyak. Seperti pada point diatas.

Disebut sebagai sumber kalium organik karena di antara unsur-unsur lain di dalamnya, kalium adalah yang paling tinggi.

Pupuk organik dari sabut kelapa bisa berupa abu sabut kelapa atau pupuk organik cair.

Berupa abu, sabut kelapa harus dibakar terlebih dahulu. Lebih mudah dan cepat dalam prosesnya. Kemudian abu tersebut dicampurkan ke dalam media tanam dengan jumlah yang direncanakan.

Untuk jumlahnya, lihat sumber kalium organik untuk pupuk anorganik yang setara.

Sedangkan untuk pupuk cair, kita bisa membuatnya dengan cara sebagai berikut. [3]

1. Sabut kelapa sebanyak 30-50 kg dicincang menjadi ukuran 3-5 cm. Semakin kecil semakin baik.

2. Kemudian sejumlah abu sabut kelapa dimasukkan ke dalam tong dengan volume sekitar 200 liter.

3. Tambahkan air bersih sampai tong penuh.

4. Tutup dan biarkan selama 4 minggu (satu bulan).

5. Pupuk cair kalium organik siap digunakan.

Pupuk kalium cair dari sabut kelapa ini bisa digunakan sebagai pupuk lepas.

Untuk jagung paling baik diberikan pupuk kalium cair sebanyak 300 ml / tanaman. [4]

Dosis ini dapat membuat jagung tumbuh paling tinggi di antara dosis lainnya. Selain itu, daya serap K juga lebih tinggi.

2. Ada bakteri dan mikro-organisme menguntungkan

Menurut sebuah penelitian, setidaknya 7 mikroorganisme berbeda ditemukan pada sabut kelapa. [5]

Ketujuh mikroorganisme tersebut adalah:

§ Genus Chromobacterium

§ genus Bifidobacterium,

§ genus Rothia,

§ genus Cellulomonas,

§ genus Sarcina,

§ genus Pasteurella dan

§ genus Bacillus.

Tampaknya jenis bakteri yang ditemukan pada sabut kelapa bersifat kondisional. Karena sabut kelapa biasanya tidak diolah secara khusus.

Dengan demikian, potensi kontaminasi bakteri dan jamur sangat tinggi.

Terlepas dari apakah bakterinya berbahaya atau tidak, saya perlu mencari informasi lebih lanjut.

Namun salah satu bakteri di atas, ada satu yang sudah sering digunakan untuk mengobati penyakit layu bakteri.

Misalnya bakteri Bacillus subtilis dari genus bacillus, bakteri ini dapat digunakan untuk mengobati serangan bakteri layu pada cabai. [6]

Tidak semua mikroorganisme di atas baik. Ada yang bisa menyebabkan patogen pada manusia seperti rothia, sarcina, dan pasteurella.

3. Mulsa sabut kelapa

Mulsa adalah tutupan lahan di lahan pertanian. Biasanya menggunakan plastik mulsa khusus dengan warna silver di bagian atasnya.

Peran mulsa sangat penting. Karena fungsinya bisa sebagai:

1. Jaga agar air tanah tidak mudah menguap.

2. Matikan sinar matahari agar gulma tidak bisa tumbuh.

3. Menjaga kestabilan suhu media tanam.

4. Mengurangi aliran air di permukaan tanah, sehingga lebih sedikit pupuk yang terbawa arus air.

5. Menjadikan tanah tidak cepat memadat.

6. Pelapisan antara buah dan tanah secara langsung. Misalnya tentang penyiraman. Jika tanah lunak, maka kontak langsung antar buah dapat memicu terjadinya busuk buah.

Saat ini sudah banyak penelitian tentang pemanfaatan mulsa dari bahan organik. Misalnya jerami padi, alang-alang, sekam padi dan sabut kelapa.

Penggunaan mulsa organik dinilai lebih menguntungkan. Karena selain bisa berfungsi seperti mulsa plastik, mulsa organik juga bisa menyumbangkan bahan organik ke tanah.

Karena lama kelamaan mulsa organik akan mengalami degradasi (terurai) dan dapat membuat tanah gembur dan subur.

Termasuk menggunakan sabut kelapa sebagai mulsa organik untuk tanaman.

Berdasarkan penelitian, pemberian mulsa sabut kelapa memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang tidak menggunakan mulsa sama sekali. [7]

Namun kelemahan dari mulsa organik adalah harus tebal. Ketebalan mulsa sabut kelapa minimal 6 – 10 cm.

Jika mulsa organik ini terlalu tipis, sinar matahari yang pengap dapat menembus tanah melalui rongga mulsa.

Dengan demikian memberikan peluang bagi gulma untuk tumbuh.

4. Peluang bisnis

Dengan banyaknya manfaat sabut kelapa untuk tanaman, ini bisa menjadi peluang bisnis yang unik.

Karena sabut kelapa akan sangat dibutuhkan. Baik itu dari penghobi hingga pertanian yang lebih luas.

Khusus Cocopeat harga eceran di pasaran lumayan, peluang besar ada disini.

Dengan mengolah sabut kelapa menjadi cocopea maka nilai tambahnya akan meningkat. Pengemasan yang baik disertai dengan beberapa petunjuk manual akan mampu meningkatkan daya jual kepada konsumen.

Demikianlah artikel tentang Kegunaan Serat Sabut Kelapa yang dapat saya sampaikan kali ini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangannya, terima kasih dan sampai jumpa lagi.