Kompos Tanaman Yang Subur

logo switch-foot.com

Kompos Tanaman- Pemilik tanaman mana yang mau melihat tanamannya layu karena kekurangan nutrisi? Tentunya tidak ada yang mau tanamannya berhenti tumbuh subur. Oleh karena itu tanaman harus selalu dibuat kompos secara teratur.

Bagi Anda yang gemar bercocok tanam, mungkin Anda tahu bahwa kompos sangat dibutuhkan agar tanaman bisa tumbuh subur. Jadi daripada menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli kompos, mengapa tidak mengolahnya sendiri dari limbah makanan?

Membuat Kompos Untuk Tanaman

Bahan:

  • Sampah organik berwarna cokelat dan hijau sangat dianjurkan. (Hijau)
  • Sisa sayuran dan buah dari dapur. (Hijau)
  • Potongan rumput . (Hijau)
  • Dedaunan hijau dari kebun. (Hijau)
  • Dedaunan kering. (Cokelat)
  • Ranting kecil, sekam.(Cokelat)

Membuat Kompos Tanaman

Cari wadah yang cukup besar untuk proses pengomposan. Jika ada, pilih wadah yang memiliki tutup, atau Anda bisa juga memakai terpal untuk menutup wadah agar terlindung dari air hujan. Berikut ini cara membuat kompos dan cepat:

  1. Lubangi bagian dasar wadah yang akan digunakan untuk proses pengomposan. Lubang-lubang ini berguna sebagai ventilasi udara dan menyalurkan kelebihan air.
  2. Sebelum memulai,cacah terlebih dahulu bahan bahan nya ,akan lebih mudah jika menggunakan mesin pencacah kompos ,supaya pengkomposan menjadi lebih mudah.
  3. Selanjutnya hal pertama diawali dengan melakukan pencampuran 3(sampah organik hijau, sampah organik cokelat, dan kompos yang sudah jadi) bahan dengan perbandingan 1:1:1. Proses pencampuran ketiga bahan tersebut dilakukan didalam wadah pengomposan.
  4. Siram dengan air hingga kelembapan mencapai sekitar 30%. Tutup wadah secara rapat namun tidak perlu sampai kedap udara.
  5. Tambahkan ketiga jenis sampah organic tersebut dari waktu ke waktu dengan komposisi seimbang seperti langkah di atas. Tambahkan air jika perlu untuk menjaga kelembapan.
  6. Jika kompos akan digunakan sebagai media tanam, tambahkan tanah di setiap lapisannya.
  7. Proses pengomposan memakan waktu sekitar dua bulan.
  8. Kompos akan siap ketika warnanya berubah kehitaman dan mudah terurai.
  9. Ayak kompos jika perlu agar hasilnya lebih halus.
  10. Kompos siap diaplikasikan

Keunggulan dan Kekurangan Kompos Tanaman

Pupuk organik mempunyai sangat banyak kelebihan namun juga memiliki kekurangan bila dibandingkan dengan pupuk buatan atau kimia (anorganik).

Keunggulan:

  1. Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan (anorganik).
  2. Pupuk organik mengandung asam – asam organik, antara lain asam humic, asam fulfic, hormon dan enzym yang tidak terdapat dalam pupuk buatan yang sangat berguna baik bagi tanaman maupun lingkungan dan mikroorganisme.
  3. Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap perbaikan sifat fisik tanah dan terutama sifat biologis tanah.
  4. Memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
  5. Menjadi penyangga pH tanah.
  6. Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan.
  7. Membantu menjaga akan kelembaban tanah
  8. Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun
  9. Tidak merusak lingkungan.

Kekurangan:

  1. Kandungan unsur hara jumlahnya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif banyak bila dibandingkan dengan pupuk anorganik.
  2. Karena jumlahnya banyak, menyebabkan memerlukan tambahan biaya operasional untuk pengangkutan dan implementasinya.
  3. Dalam jangka pendek, apalagi untuk tanah-tanah yang sudah miskin unsur hara, pemberian pupuk organik yang membutuhkan jumlah besar sehingga menjadi beban biaya bagi petani.
  4. Sementara itu reaksi atau respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak se-spektakuler pemberian pupuk buatan.

Mengaplikasikan pupuk kompos

Pupuk yang sudah matang dapat langsung digunakan untuk tanaman. Tidak ada batasan baku berapa dosis yang diberikan untuk tanaman.

Secara umum lebih banyak pupuk memberikan hasil yang lebih baik.Tetapi jika kompos akan digunakan untuk pembibitan atau untuk tanaman di dalam pot/polybag.

kompos harus dicampur tanah dengan perbandingan 1: 3, satu bagian dan tiga bagian tanah dapat diberikan sebagai satu-satunya sumber hara tambahan atau lebih dikenal dengan istilah pertanian organik yang diberikan sebaiknya dalam jumlah yang cukup, agar tanaman dapat tumbuh lebih baik.

Kompos juga bisa diberikan bersama-sama dengan pupuk kimia buatan. Pupuk kimia dapat dikurangi sebagian dan digantikan dengan penambahan kompos.

Kompos dibuat dari uraian dari bahan organik dengan mengunakan mesin pencacah kompos, dapat diberikan ke tanaman apa saja, mulai dari pertanian, holtikultura, perkebunan, tanaman hias, buah-buahan, sayuran, dan kehutanan.

Misalnya untuk tanaman: padi sawah, padi gogo, jagung, ketela pohon, kacang, kol, kentang, karet, kopi, sawit, kakao, tebu, aglonema, gelombang cinta, mangga, akasia, dan lain-lain.