Pelaksanaan Manajemen Aset Pembangkit Listrik

Manajemen aset adalah suatu hal yang penting dalam dunia pembangkit listrik. Sehingga perlu memahami dan juga mengelola risiko yang ada kaitannya dengan kepemilikan aset. Aset sama pentingnya dengan bidang yang lainnya, karenanya diperlukan pengelolaan aset yang maksimal. Dalam pelaksanaan manajemen aset yakni harus mengoptimalkan manfaat yang ada. Artinya mempertimbangkan semua hal, baik risiko keselamatan, pengoperasian aset, dampak kesehatan, dan masih banyak lagi.

Selain itu, menentukan bagaimana kombinasi yang baik untuk bisa mencapai keseimbangan yang optimal untuk semua hal terkait kepentingan organisasi. Manajemen aset dipergunakan untuk membantu suatu organisasi dalam mencapai tujuannya dan menentukan kombinasi yang optimal dari semua kegiatan sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Berikut ini pelaksanaan manajemen aset pembangkit listrik yang perlu Anda ketahui, simak penjelasannya di bawah ini:

Karakteristik manajemen aset yang tepat

Pelaksanaan manajemen aset pembangkit listrik yang baik mempunyai karakteristik seperti, optimal, berbasis risiko, berorientasi sistem, sistematis, multidisipliner, terintegrasi, berkelanjutan, dan siklik. Jika suatu organisasi tidak fokus terhadap manajemen aset, maka akan menyebabkan masalah komunikasi yang kurang bagus dari berbagai bidang pemeliharaan dan bidang operasi ataupun dari manajemen senior dan staff.

Tujuan dari pengelolaan manajemen aset itu sendiri yakni untuk memungkinkan suatu organisasi memiliki aset yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya dan menyediakan layanan tambahan atau pendukung supaya bisa beroperasi dengan baik dan efektif.

Manfaat menggunakan manajemen aset yang baik

Manajemen aset pembangkit listrik yang dikelola dengan baik akan memberikan manfaat untuk organisasi dalam mengoptimalkan kapabilitas usaha bisnisnya. Selain itu, akan bisa mencapai tujuan pemberian layanan dan profitabilitas, seperti:

  1. Pendekatan sistematis dalam keputusan yang berbasis aset, sehingga akuisisi, persyaratan dan juga pembuangan aset sesuai dengan tujuan dari perusahaan tersebut.
  2. Adanya dukungan logistik yang tepat salam life cycle aset bisa meningkatkan kinerja aset.
  3. Proses internalnya efektif dalam pengelolaan aset
  4. Target bisnis dan juga regulasinya jelas dan tepat
  5. Memiliki kerangka kerja yang sistematis untuk pengembangan dan pelatihan staff dalam memahami serta mengelolanya dengan portofolio aset.