Tips Menghadapi Tekanan dari Pertanyaan “Kapan Nikah?”

Kita tahu penekanan pernikahan diawali pada umur tengah dua beberapa puluh dan capai pucuknya di umur 30-an. Dari keluargamu, famili sampai rekan dan rekanan kerja, tidak ada yang tinggalkan peluang untuk memberikan tahumu jika saat ini ialah saat yang pas untuk menikah dengan sebelumnya menentukan harga cincin lamaran. Kita mengetahui penekanan rekan seumuran untuk menikah ialah riil.

Dalam warga seperti kita, ialah normal untuk dengar orang memberikan tahumu kapan harus menikah atau bagaimana tangani jalinan. Sementara sebagian orang baik dengan semua omelan terus-terusan, itu menjadi tidak tertahan untuk seseorang. Keluarga dan teman-temanmu yang terus-terusan bertanya kapan kamu akan menikah bisa mengakibatkan banyak kekhawatiran . Maka, bila kamu berpikiran jika penekanan rekan seumuran kebanyakan untuk diatasi, karena itu kamu sudah landing di halaman yang akurat.

Berikut beberapa panduan untuk tangani penekanan rekan seumuran untuk menikah.

Pertama, tanya pada diri kamu apa diri kamu ingin menikah saat ini atau memburu karier, atau cari kestabilan keuangan, atau ingin belajar. Sesudah tahu apakah yang diri kamu harapkan, karenanya kemungkinan menolongmu memperoleh gagasan mengenai apa yang ingin diri kamu kerjakan, bukannya rasakan penekanan. Sepanjang diri kamu tahu apakah yang diri kamu harapkan, apa yang seseorang pikir akan terlihat kurang penting.

Apa saja yang diri kamu memutuskan, teruslah pada keputusanmu dan percayalah mengenainya. Mengganti pikiranmu di bawah penekanan tidak membawamu ke mana saja, tapi tekad yang kuat akan.

Sampaikan hatimu dengan rekan dan keluargamu, tapi tidak boleh terlampau protektif dalam prosesnya. Masih tetap tenang dan beritahu mereka jika diri kamu menghargakan perhatian mereka, tapi diri kamu ingin konsentrasi pada profesi atau apa saja yang diri kamu tentukan.

Tidak boleh menghindar keluarga dan temanmu karena hanya diri kamu takut seorang akan bertanya pertanyaan mengenai pernikahan padamu. Menghindariinya tidak menolong menuntaskan permasalahan, tapi mengkomunikasikan kekuatiranmu akan menolong.

Tidak boleh tergesa-gesa menikah karena diri kamu tidak kuat kembali dengan penekanan. Duduklah dan pikir apa yang diri kamu harapkan dari kehidupan karena pernikahan ialah loyalitas ke seorang yang diri kamu sayangi sepanjang tersisa hidupmu.

Penekanan menjadi sangat riil, tapi sebaiknya tentukan arah hidupmu. Bila diri kamu menikah karena penekanan itu cuman akan mempengaruhi jalinan periode panjangmu.